Home » » Kurikulum 2013 Mengakomodasi Kemampuan Anak

Kurikulum 2013 Mengakomodasi Kemampuan Anak

Bandung, Kemdikbud – Konsep Kurikulum 2013 dinilai sangat tepat mengakomodasi kemampuan anak yang berbeda-beda, karena pada dasarnya perkembangan otak antara anak yang satu dengan anak yang lain tidak sama. Konsep kurikulum baru yang menginginkan anak selalu naik kelas sangat cocok dengan kondisi ini.



Pengelola Yayasan Permata Hati, sebuah yayasan yang memiliki sekolah jenjang PAUD dan SD di Manado, Sulawesi Utara, Hilda mengatakan hal itu berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun menjadi tenaga pendidik. “Pengalaman saya, ada anak yang di kelas 3 tidak terlihat sama sekali kemampuan akademisnya, ternyata saat di kelas 4, seiring dengan perkembangan otaknya, malah meraih juara pertama,” ujarnya di sela-sela pelaksanaan Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Berprestasi tingkat Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) yang diselenggarakan di Bandung, Rabu (13/8).

Hinda menjelaskan, ada juga anak yang memang kurang di bidang akademisnya, ternyata sangat berbakat membuat puisi dan berprestasi di bidang olahraga. “Inilah yang ditangkap esensi Kurikulum 2013. Sangat mengakomodasi kemampuan anak,” kata Hilda.

Bahkan, ia mengaku sangat setuju dengan penilaian otentik. Anak tidak hanya dinilai dari segi akademisnya, tetapi juga sikap, moral, integritas, kreativitas, dan talentanya. Anak yang kurang di sisi akademik belum tentu bodoh, karena bisa jadi ia berprestasi di bidang lain.

Menurut Hilda, salah satu faktor penting keberhasilan Kurikulum 2013 ada guru. Ia menilai, guru harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam menyediakan bahan-bahan ajar dari berbagai sumber. Misalnya, ketika buku kurikulum belum sampai di sekolah, guru harus aktif mengambil bahan ajar Kurikulum 2013 dari internet dan kreatif meggunakan bahan ajar yang ada di sekitarnya.

“Guru juga harus peka dan mempunyai kemampuan untuk memberi penilaian moral. Kalau dulu mereka kaku dengan materi yang sudah harus diberikan ke murid, sekarang tantangan mereka bertambah lagi. Harus kreatif dan peka,” tutur Hilda.

Ia menambahkan, Kurikulum 2013 benar-benar sesuai dengan kebutuhan zaman. Indonesia perlu pemimpin masa depan yang bermoral dan mempunyai integritas. “Apa artinya intelektual tanpa diimbangi dengan moral dan integritas. Inilah mengapa penting ditanamkan sejak dini,” katanya.

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/2972


-->

0 komentar:

Post a Comment