Home » » Guru Honorer Menjadi CPNS Tak Otomatis Mendapat Tunjang Profesi

Guru Honorer Menjadi CPNS Tak Otomatis Mendapat Tunjang Profesi

Guru Honorer Menjadi CPNS Tak Otomatis Mendapat Tunjang Profesi

Guru Honorer dan Tunjang Profesi Guru

Guru Honorer Menjadi CPNS Tak Otomatis Mendapat Tunjang Profesi. Anda termasuk guru honorer K2 yang lulus tes CPNS 2013? Berikut ini kabar seputar Guru Honorer Menjadi CPNS Tak Otomatis Mendapat Tunjang Profesi. Berdasar informasi yang dilansir dalam laman jpnn.com  dari sekitar 180.000 guru honorer K2 se-Indonesia yang lulus tes CPNS 2013,  tidak seluruhnya akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.


Hal ini tentunya ketentuan untuk mendapatkan tunjangan profesi, seorang guru harus memiliki sertifikat pendidik. Menurut  ketentuan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, sertifikat diberikan kepada guru yang memenuhi standar kompetensi, antara lain pendidikannya harus sarjana atau diploma empat (D4).

Sementara, dari 180 ribu honorer yang lulus CPNS, sebagian pendidikannya belum memenuhi persyaratan tersebut.

Menurut Sekjend Presidium Forum Honorer Indonesia (FHI)  Pusat Eko Imam Suryanto, S.Psy, angkanya mencapai sekitar 20 persen hingga 23 persen. Tapi katanya, itu data tahun 2010, saat para honorer itu didata untuk mendaftar sebagai peserta tes.

Eko juga menyarankan kawan-kawannya yang lain agar segera mengejar syarat kompetensi guru. Hal itu untuk kepentingan siswa yang dididik, juga untuk kepentingan kesejahteraan guru. "Karena kalau sarjana, kepangkatannya kan juga beda, termasuk juga untuk bisa mendapatkan tunjangan profesi," terangnya.

Pasal 11 UU guru dan dosen menyebutkan, sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Persyaratan dimaksud antara lain pendidikanya harus sarjana atau D4 (pasal 9). Sertifikasi juga menjadi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji pokok.

-->

0 komentar:

Post a Comment