Home » , » Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru. Selamat bertemu dengan Info Sertifikasi Guru, pada kesempatan yang baik ini Info Sertifikasi Guru akan posting dengan judul hasil pencarian tentang penentu calon penerima tunjangan guru dengan "Penentu Pencairan Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota". Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya seluk-beluk proses pencairan tunjangan profesi guru.

Pencairan Tunjangan Profesi Guru

Daftar nominasi guru yang diajukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dinas menentukan nama-nama guru calon penerima tunjangan sesuai dengan kuota yang diterima secara daring (on-line) melalui Aplikasi SIM Tunjangan yang terhubung dengan Pusat.

Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 
“Itu usulan dari Kabupaten/Kota untuk subsidi tunjangan fungsional, tunjangan daerah khusus, bantuan kualifikasi akademik. Semua murni usulan mereka,” ujarnya di Gedung C lantai 19, Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Maret 2014.

Tagor Alamsyah Harahap, M.Kom., Kepala Seksi Penyusunan Program Sub Direktorat Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, mengaku tidak butuh waktu lama untuk memproses usulan tersebut. Sebab komunikasi antara Dinas dan Pusat melalui jaringan daring.

Pencairan Tunjangan Profesi Guru
“Nominasi yang muncul dari layar mereka online. Kabupaten/Kota membuka aplikasi, muncul nama-nama guru yang memenuhi syarat (nominasi) yang diambil dari Dapodik beserta jumlah kuotanya, tinggal operator Kabupaten/Kota check list siapa orangnya sejumlah kuota. Dia simpan, saat itu juga langsung terbaca di Jakarta,” urainya.

Lebih lanjut Tagor menjelaskan, penentuan nama guru penerima tunjangan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota lantaran merekalah yang tahu kondisi guru di lapangan. Jika tahun lalu seorang guru mendapat tunjangan, maka tahun ini ia bisa tidak dapat tunjangan lagi. Hal ini tergantung kebenaran data yang dikirim karena bisa saja guru tersebut sudah tidak memenuhi syarat.

“Seorang guru bisa juga tidak dapat tahun ini meskipun tahun lalu dapat. Hal ini bukan karena kuotanya turun, tapi sebarannya yang berubah. Jumlah kuota nasional tetap, yang memenuhi syarat makin banyak,” ungkapnya. “Tidak ada jaminan tahun lalu orang itu dapat dan tahun ini dapat.”

Pencairan Tunjangan Profesi Guru
Sistem kuota diberikan secara proporsional ke Kabupaten/Kota berdasarkan data guru yang memenuhi syarat. Semakin banyak yang memenuhi syarat, semakin besar kuotanya. Tahun ini kualitas Dapodik makin baik sehingga hampir semua Kabupaten/Kota datanya baik. Imbasnya, kuota yang menyebar juga banyak. Hal inilah yang membuat kuota Kabupaten/Kota tahun ini menurun padahal kuota secara nasional sama namun sebarannya menjadi lebih luas.

“Cara menghitung kuota yaitu jumlah guru yang memenuhi syarat dibagi dengan kuota nasional kali seratus persen. Kita tidak intervensi,” ujar Tagor.

Terkait pengiriman data, guru dapat memantaunya melalui fasilitas Info PTK yang berbasis internet.

“Ini salah satu pemaksaan secara positif agar guru jangan alergi dengan internet,” tambah Tagor.

Pencairan Tunjangan Profesi Guru
Fasilitas itu juga turut memengaruhi sistem pembinaan karier guru seperti membuat publikasi ilmiah dan karya inovatif. Jika sudah terbiasa dengan internet, guru akan bisa meningkatkan kompetensinya dengan cara banyak mencari bahan ajar di internet.

“Guru yang tidak kompeten akan berdampak pada pengurangan jam mengajar dan ujungnya penghentian tunjangan profesinya,” jelas tagor.

Sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id/

Keywords : Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota , Pencairan Tunjangan Profesi Guru

-->

Penentu Calon Penerima Tunjangan Guru adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota , Pencairan Tunjangan Profesi Guru pict

0 komentar:

Post a Comment